Satu Hutan Berjuta Jiwa

           Indonesia adalah salah satu Negara yang sebagian besarnya terdapat sekitar jutaan hektar hutan, hutan di Indonesia  sering dijuluki sebagai paru-paru dunia. Hal ini wajar mengingat jumlah pepohonan yang ada di dalam kawasan hutan ini bisa mendaur ulang udara dan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat bagi manusia. Indonesia memiliki hamparan hutan yang luas. Dengan luas hutan Indonesia sebesar 99,6 juta hektar atau 52,3% luas wilayah Indonesia.

Hutan Indonesia menjadi salah satu paru-paru dunia yang sangat penting peranannya bagi kehidupan isi bumi, dibalik maraknya globalisasi, tingginya modernisasi oleh sektor industri di Negara-negara maju, yang menyebabkan semakin meningkatnya pemanasan global, tanpa adanya hutan, efek rumah kaca tak bisa dibendung, alhasil suhu dibumi mengalami kenaikan yang drastis, yang nantinya menyebabkan bencana besar bagi bumi. Maka dengan adanya hutan di Indonesia, membantu menjaga kestabilitasan bagi kemajuan dunia di era globalisasi. Selain dari luasan, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan hayati. Berbagai flora dan fauna endemik hadir  dihutan Indonesia yang menjadikannya sebagai kekayaan Indonesia dan dunia. Namun sayangnya, saat ini sering terjadi kebakaran hutan diwilayah Indonesia, yang menyebabkan kelestarian flora dan fauna di Indonesia hampir mengalami kepunahan. Menurut data statistik, kebakaran hutan di Indonesia sebanyak 90% disebabkan oleh manusia dan selebihnya adalah kehendak alam.

Namun, mirisnya realita keadaan pada saat  ini, kita melihat banyak terjadinya deforestasi dan degradasi hutan akibat ulah-ulah manusia yang kurang bertanggung jawab. Dan banyak juga terjadi konversi lahan dengan alasan faktor ekonomi untuk mencari penghasilan lewat konversi lahan hutan seperti contoh,  maraknya perkebunan sawit, kegiatan pertanian lainnya, konversi untuk hutan produksi, kegiatan transmigrasi, pertambangan, juga pembangunan infrastruktur Yang mengakibatkan penurunan luas tutupan hutan di Indonesia. Data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)[[1]] menunjukkan

penurunan luasan tutupan hutan setiap tahunnya dengan rincian sebagai berikut: pada tahun 2011 persentase lahan berhutan dengan luas daratan Indonesia adalah 52,5 % (98,7 juta ha), tahun 2012 menjadi 52,2% (98,2 juta ha), tahun 2013 menurun menjadi 51,3% (96,5 juta ha), tahun 2014 menjadi 51% (95,7 juta ha) dan tahun 2015 menjadi 50,6% (95 juta ha). Dalam hal ini, banyak sekali yang menyebabkan terjadinya deforestasi dan degradasi hutan. Berikut beberapa faktor yang menurunkan kelestarian hutan di Indonesia menurut daju pradnja resosudarmo[[2]] seorang peneliti kehutanan dari bagian peneliti CIFOR.

  1.  Penebangan hutan dalam skala besar masih terus terjadi di Indonesia. Salah satu penyebab penebangan hutan yang terus terjadi adalah karena lahan hutan yang berubah fungsi, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan perkebunan.
  2. Ekonomi Indonesia yang masih sangat tergantung pada sumber alam. Kekayaan alam (hutan, tambang) masih menjadi pilar penyokong utama pemasukan di Indonesia. Daju menyebut, sekitar 70 persen pendapatan non-pajak Indonesia berasal dari kekayaan alam.
  3. Perluasan wilayah pertanian, perkebunan, serta tambang. Semakin banyaknya investor asing di bidang kelapa sawit dan tambang batubara menyebabkan ekspansi besar-besaran perkebunan kelapa sawit dan aktivitas pertambangan. Beban hutan pun bertambah karena lahan perkebunan kelapa sawit biasanya berasal dari kawasan hutan yang kemudian berubah fungsi. Maka terjadilah konversi lahan hutan secara berlebihan, yang menyebabkan luas tutupan hutan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Dan hal ini pula yang menyebabkan menurunnya stabilitas hutan dalam menyokong kemajuan globallisasi.

Keputusan-keputusan politik. Proses pengambilan keputusan politik menjadi kelemahan terbesar. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tidak transparannya proses pemberian izin pengelolaan untuk industri-industri yang bersifat mengeruk kekayaan alam. Selain itu, proses pengambilan keputusan juga jarang melibatkan partisipasi masyarakat lokal.

Yang mengakibatkan maraknya konversi lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan dan sebagainya dengan tujuan mencari keuntungan finansial sebesar-besarnya.

Ketika pak daju ditanya, bagaimana solusi dari permasalahan diatas, beliau menjawab “Proyek pembangunan lain mendapat subsidi yang sangat besar. Jika tanah atau hutan dibuat lebih mahal, maka itu akan membatasi kompetisi atas hutan. Pemerintah harus mensubsidi lebih banyak proyek-proyek yang mengutamakan lingkungan.”.[[3]]

Setelah kita banyak mengetahui apa saja faktor yang merusak kelestarian hutan, Apa yang dapat kita lakukan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia?. Berikut upaya yang dapat melestarikan hutan Indonesia.

  1. Melakukan reboisasi, menanam pohon kembali di hutan yang gundul, agar hutan dapat kembali hidup dan kembali menjaga kestabilitasan alam.
  2. Melakukan sistem tebang-pilih dan tebang-tanam, hal ini dapat berupaya menurunkan jumlah penebangan liar pada hutan dengan cara memilih pohon yang sudah tidak produktif lagi, dan membiarkan pohon yang masih produktif. Tebang-tanam juga mengharuskan kita untuk menanam kembali pohon yang telah ditebang dengan tujuan menggantikan pohon yang tidak produktif dengan yang baru.
  3. Pemerintah menegakan hukum dengan tegas untuk melestarikan hutan di Indonesia. Pemerintah harus membatasi kegiatan-kegiatan industri berlebih, konversi lahan berlebih dan investor-investor asing yang ingin merauk kekayaan hutan di Indonesia. Dengan penegakan hukum yang tegas, dapat berupaya melindungi dan melestarikan hutan di Indonesia.

Maka disini penulis menghimbau kepada semuanya untuk bersama melestarikan hutan Indonesia, karena berdampak besar bagi dunia, jika kita menjaganya, maka jutaan jiwa yang terselamatkan, jika kita merusaknya, jutaan jiwa pula yang menjadi korban karenanya. Hidup hutanku, hidup duniaku.



[1] Ratna Tondang. Menjaga Kelestarian Hutan Beserta Tantangannya. https://www.mongabay.co.id/2018/05/18/menjaga-kelestarian-hutan-indonesia-beserta-tantangannya/ (diakses pada 25 Juni 2020)

[2] Isyana Artharini, lima Masalah Perlindungan Hutan di Indonesia, https://gemawan.org/244-lima-masalah-utama-perlindungan-hutan-indonesia. (diakses pada 25 Juni 2020)

[4] Isyana Artharini, lima Masal  ah Perlindungan Hutan di Indonesia, https://gemawan.org/244-lima-masalah-utama-perlindungan-hutan-indonesia. (diakses pada 25 Juni 2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *