GENERAL THEME

Jumlah generasi millenial berusia 25 – 35 tahun mencapai 24% setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14 – 40). Tidak salah bila pemuda disebut sebagai penentu masa depan bangsa. Inilah yang disebut sebagai bonus demografi. Indonesia saat ini sedang menikmati masa bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia non produktif, yakni lebih dari 68%  dari total populasi. Perkembangan teknologi semakin pesat, gadget sering dipakai dan alat tradisional mulai tersingkirkan, dengan teknologi tersebut pemuda mulai terpengaruh pemikiran individualis dan hendonis demi kepentingan sendiri.

Lalu apa yang akan kita lakukan sebagai generasi bangsa? Apakah hanya diam dan menjadi konsumen setia? Tidak. Setiap pribadi manusiapasti memiliki kemampuan yang berbeda – beda yang sudah dianugrahi tuhan sejak ia dilahirkan didunia. Adanya tantangan bonus demografi yang dimana jumlah usia produktif lebih besar daripada usia non produktif. Sebuah kesempatan emas bagi indonesia jika memanfaatkannya dengan baik dan sungguh – sungguh agar membawa bangsa ini menuju masa kejayaannya.

Maka dari itu kami Organisasi Santri Ma’had Al-Multazam dengan bangga mempersembahkan Kreasi dan Prestasi Antar Pelajar 9 (KRISTAL IX) dengan tema ” Ciptakan Jiwa Pejuang, Raih Peradaban Gemilang” yang bertujuan untuk mempersatukan dan mempererat tali silaturrahmi pelajar di regional Jawa Barat, serta menjadikan Al-Multazam KRISTAL IX 2020 sebagai wadah bagi para peserta untuk menggali potensinya dibidang akademik dan non akademik. Kami berharap Al-Multazam KRISTAL IX 2020 dapat menjadi langkah awal untuk Langkah selanjutnya dikemudian hari.

OUR MASCOT

Perkenalkan namanya Mamu  ia merupakan seorang pemuda yang berjuang untuk mewujudkan cita – cita bangsa lihatlah dilengan kanannya terdapat seokor elang yang siap mengarungi luasnya cakrawala jubahnya berwana biru melambangkan luasnya lautan yang membentang layaknya kehidupan yang harus kita arungi, eratnya ikatan selendang emas melambangkan kejayaan para pemuda dimasa bonus demografi, pakaian putih yang ia kenakan melambangkan kesucian iman yang tetap ia pertahankan kepada sang pencipta, tertanam jiwa yang penuh tanggung jawab atas ikat kepala yang ia kenakan. Disini ia tegak berdiri  menciptakan jiwa pejuang tuk meraih peradaban gemilang.